09 Agu 2018 18:00

5 Cara Atasi Trauma Anak Pasca Bencana, Beban Mentalnya Jadi Berkurang

keluarga kokoh

flickr.com

SHARE:

Oleh: Athira Esa

Sudah beberapa hari ini Lombok kerap diguncang gempa berkekuatan tinggi. Puncaknya pada Minggu, 5 Agustus 2018, Lombok diguncang gempa berkekuatan 7.0 SR yang mengakibatkan infrastruktur dan pemukiman warga hancur. Ratusan orang juga tercatat menjadi korban meninggal dan luka-luka akibat tertimpa bangunan. Di antara para korban yang selamat, ada kelompok korban yang paling rentan akibat gempa yaitu, anak-anak. Jika dibandingkan orang dewasa, kondisi psikologi anak cenderung akan terganggu. Hal ini bisa terjadi karena kejadian mengerikan saat gempa terekam jelas di ingatan sang anak. Apalagi saat ada orang tua atau anggota keluarga lain yang meninggal. Jika tidak ditangani dengan tepat, maka hal tersebut akan memengaruhi kondisi mental anak hingga dewasa. Selain psikolog, nyatanya kita sebagai orang tua juga berperan penting untuk membantu anak pulih. Dilansir dari helpguide.org, organisasi yang juga menangani masalah kesehatan mental, inilah beberapa tips untuk Anda untuk membantu memulihkan anak dari trauma akibat bencana alam.

1. Jauhkan Anak dari Media Massa yang Menyiarkan Berita

workingmomsagainstguilt.com

Media massa akan sangat intens melaporkan kondisi setelah terjadinya bencana selama beberapa hari kedepan. Apalagi adanya internet memudahkan penyebaran berita secara real-time, bahkan berita tersebut mungkin akan tersimpan selamanya di internet. Karena itu, sebisa mungkin batasi anak Anda untuk menonton televisi, mengakses sosial media, atau membaca koran.

2. Pahami Perasaan Anak

unsplash.com/@xaviermoutonphotographie

Anak mungkin akan sulit terbuka berbicara tentang pengalaman traumatis mereka. Daripada memaksa lebih baik mengajak mereka untuk bertatap muka dan menghabiskan waktu bersama. Lakukan yang terbaik untuk membuat anak merasa aman dengan Anda, agar anak juga nyaman bercerita tentang apa yang mereka rasakan. Katakan kepada mereka jika itu bukan kesalahan mereka. Tunjukan Anda mencintai mereka, dan tidak apa-apa bagi mereka untuk merasa kesal, marah, atau takut.

3. Dorong Anak untuk Melakukan Aktivitas Fisik

unspalsh.com/@chuklanov

Aktivitas fisik dapat meningkatkan adrenalin, membantu perbaiki suasana hati, dan membantu anak tidur lebih nyenyak di malam hari. Dorong anak Anda untuk melakukan olahraga atau permainan yang mereka sukai. Biarkan mereka bermain bersama teman-teman atau hewan peliharaan kesayangan. Pastikan anak menjalani aktivitas biasanya seperti sebelum terjadi bencana. Jika lingkungan sekitar bencana telah pulih, agendakan untuk liburan bagi anak.

Baca Juga: Tak Mudah, Tapi Anda Bisa Jadi Wanita Karir Sekaligus Ibu Rumah Tangga

4. Pastikan Konsumsi Makanan Anak Sehat

pinterest.com

Makanan yang dikonsumsi ternyata bisa membantu untuk memperbaiki suasana hati dan kemampuan mengatasi stres pada anak. Menurut penelitian, buah dan sayuran segar, makanan dengan kandungan protein tinggi, dan lemak sehat seperti asam lemak omega-3, lebih baik dalam membantu anak mengatasi kegelisahan dan suasana hati kurang stabil. Anda bisa mulai memasak untuk memastikan anak mengkonsumsi makanan sehat. Anda juga bisa menjadikan momen makan bersama keluarga untuk berbicara dan mendengarkan anak mengenai perasaan mereka.

5. Membangun Kembali Kepercayaan dan Keamanan

pexels.com/Agung Pandit Wiguna

Mengalami secara langsung bencana alam, dapat mengubah cara pandang anak. Dunia akan tampak jauh lebih berbahaya dan mengerikan bagi mereka. Mereka akan menjadi lebih sulit untuk percaya pada siapapun, dan lebih waspada melakukan apapun. Peran Anda dibutuhkan untuk membangun kembali kepercayaan dan keamanan anak. Yakinkan anak bahwa Anda selalu ada untuk membantu mereka melewati kondisi apapun. Berbicara tentang masa depan dan membuat perencanaan, dapat membantu mereka untuk meminimalisir perasaan jika masa depan itu menakutkan, suram, dan tidak dapat di prediksi.

Mengatasi trauma pasca bencana pada anak memang tidak mudah dan bisa jadi butuh waktu yang cukup lama. Itulah mengapa kita sebagai orang tua harus yang mungkin juga sesama korban harus lebih tangguh dan siap membantu mereka untuk memastikan bahwa kehidupan mereka baik-baik saja pasca bencana. Bila Anda masih merasa bingung harus berbuat apa, Anda bisa mengkonsultasikannya lebih lanjut dengan ahli psikologi sekitar Anda.

Baca Juga: 5 Hal Ini Wajib Diperhatikan Sebelum Bangun Rumah, Agar Tahan Gempa


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali