28 Jul 2018 18:00

Mengenal Leukemia, Penyakit yang Diderita oleh Putri Denada

keluarga kokoh

instagram.com/@denadaindonesia

SHARE:

Oleh: Redaksi

Belakangan ada kabar tak menyenangkan dari penyanyi, Denada Tambunan. Shakira Aurum, putri semata wayangnya harus terbaring di rumah sakit akibat leukemia. Gadis cantik berusia 5 tahun ini ternyata sudah menjalani pengobatan 1.5 bulan belakangan di Singapura. Kabar terakhir dari Instagram @denadaindonesia, Shakira kaget dengan perubahan tubuhnya yang tidak memiliki rambut. Akibatnya Denada memutuskan untuk menutup semua kaca dengan koran agar Shakira lebih tenang.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), leukemia di Indonesia merupakan penyakit ganas yang sering terjadi pada anak. Angka kejadian leukemia sekitar tiga perempat dari seluruh kasus keganasan pada anak. Lalu, mengapa kanker ganas ini bisa menyerang anak-anak? Yuk kenali lebih lanjut tentang leukemia pada anak.

1. Apa itu Leukemia?

ashclinicalnews.org

Leukemia adalah penyakit kanker sel darah putih. Dilansir dari laman idai.or.id, kanker ini menyerang sumsum tulang belakang dan kemudian mengganggu produksi darah pada sumsum tulang belakang. Akibatnya, sumsum tulang belakang memproduksi sel darah putih secara abnormal. Sel darah putih yang harusnya melindungi tubuh dari infeksi berbalik membuat tubuh mudah terkena infeksi. Anak yang mengidap leukemia akan mudah mengalami anemia, terkena infeksi hingga pendarahan.

2. Leukemia yang Sering Terjadi pada Anak

pexels.com

Berdasarkan kecepatan perkembangan sel dan jenis leukosit yang terlibat, terdapat beberapa jenis leukemia. Dilansir dari laman idai.or.id, menurut Dr. Hikari Ambara Sjakti, Sp.A(K) jenis leukemia limfoblastik akut (LLA) banyak diderita oleh anak-anak. Sedangkan leukemia mieloblastik kronik (LMK) bisa juga terjadi pada anak-anak, namun jumlahnya sangat sedikit.

Pada Leukemia limpoblastik akut (LLA) kanker menyerang sel darah putih yang masih muda. Menurut Parkway Cancer Center, LLA merupakan kanker yang paling umum diderita oleh anak-anak. Sekitar 30-40 persen dari 1 juta anak di dunia terdiagnosa LLA setiap tahunnya. Anak-anak penderita LLA rentan mengalami infeksi, anemia, memar, dan berdarah karena sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel darah merah dan trombosit. Dilansir dari hallosehat.com, berdasarkan data American Cancer Society, lebih dari 85% anak mengidap kanker ini berhasil hidup selama 5 tahun setelah dirawat.

3. Penyebab Leukimia pada Anak

pixabay.com

Jika pada orang dewasa leukemia terjadi karena dipengaruhi gaya hidup, lain halnya pada anak. Faktor genetik merupakan faktor penyebab kanker yang sering ditemukan. Kanker tersebut diturunkan langsung dari orang tua atau bisa jadi dari kakek atau nenek. Meskipun tidak memiliki keluarga dengan riwayat kanker, anak tetap saja bisa terpapar penyakit ini. Bisa jadi disebabkan oleh faktor lingkungan seperti terpapar radiasi, zat kimia, dan polusi udara dan jumlah tinggi. Bagi orang tua perokok aktif, mulai pertimbangkan untuk berhenti karena salah satu penyebab anak terkena kanker adalah sering terpapar asap rokok dari sekitar.  

4. Yuk Kenali Gejala Leukimia pada Anak

nursingwritingservices.com

Gejala-gejala yang umum terjadi jika anak mengidap leukimia diantaranya adalah pucat atau anemia, sering terkena infeksi dan demam, sering terluka dan mengalami pendarahan seperti mimisan, muncul lebam atau memar, hilang selera makan, berat badan menurun, nyeri tulang dan sendi, dan hiperleukositosis atau kenaikan jumlah sel leukosit yang sangat tinggi.

Namun perlu diperhatikan gejala-gejala tersebut tidak berarti gejala leukemia. Tapi idealnya sebagai orang tua tidak ada salahnya untuk segera berkonsultasi masalah kesehatan anak dengan dokter. Deteksi dini penyakit leukemia pada anak bisa meningkatkan presentase keberhasilan pengobatan.

Baca Juga: Salut, 5 Artis Single Parent Ini Selalu Libur Bareng Anak Walau Sibuk

5. Pengobatan Leukemia pada Anak

pixabay.com

Pengobatan leukemia pada anak biasanya diawali dengan mendiagnosis kanker jenis apa yang sedang diderita anak. Setelah diketahui diagnosa jenis kanker, penanganan medis yang dilakukan umumnya kemoterapi dengan obat anti-kanker dan terapi radiasi untuk membunuh sel kanker. Jika kemoterapi dan terapi radiasi kurang memberikan hasil efektif, biasanya dilakukan transplantasi sumsum tulang belakang. Menurut IDAI, tingkat kelangsungan hidup anak yang menderita leukemia di Indonesia sekitar 70-80 persen. Meski begitu perlu diingat jika leukemia bisa saja kambuh setelah sembuh.

6. Bagaimana Menghadapi Anak dengan Leukemia

pexel.com

Kita sebagai orang tua tentu harus terus positif dan tetap berjuang untuk kesembuhan buah hati. Dalam kondisi apapun alih-alih bersedih dan menangis di depannya, sebisa mungkin untuk selalu tersenyum dan menghibur anak. Seperti yang dilakukan oleh Denada saat ini, dia berusaha menyenangkan sang anak dan mengajaknya untuk berpikir positif. Denada mengatakan kepada anaknya jika rambut rontok karena, "Allah sayang kepada Shakira sehingga membuang yang jelek dari Shakira dan menggantikannya dengan yang lebih baik". 

Baca Juga: Hari Anak Nasional, Ini 5 Tips Awasi Pemakaian Gawai Anak oleh Kominfo


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali