31 Mei 2018 09:30

#KreasiSemenPutih PINTAR (Permainan Ular Tangga Raksasa) sebagai Media Pedoman Gizi Seimbang

keluarga kokoh

ubaya.ac.id

SHARE:

Oleh: Rudy Gunawan

ubaya.ac.id

Oleh: Rudy Gunawan

Bangsa yang maju ialah bangsa yang memiliki tingkat kesehatan yang tinggi. Apabila suatu bangsa memiliki tingkat kesehatan yang tinggi kecerdasan dan produktivitas akan meningkat. Pola makan merupakan perilaku yang paling berpengaruh secara signifikan terhadap keadaan gizi. Di Indonesia sendiri masih banyak ditemukan anak dengan kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan akibat kurangnya pemantauan status gizi.  

Hasil penelitian Riskesdas 2010 menyatakan bahwa konsumsi sayur, buah-buahan, protein, dan kebutuhan cairan masih rendah, sedangkan untuk konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam masih tinggi, bahkan pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi masih rendah.  Indonesia masih memiliki masalah kekurangan gizi dari tahun 2007-2013 kecenderungan prevalensi anak balita kurus sebesar 12,1%, anak balita pendek (stunting) sebesar 37,2%, dan gizi kurang sebesar 19,6%. Pengaruh kekurangan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan yaitu sejak janin sampai anak berumur dua tahun, tidak hanya terhadap perkembangan fisik, tetapi juga terhadap perkembangan kognitif yang pada gilirannya berpengaruh terhadap kecerdasan dan ketangkasan berpikir serta terhadap produktivitas kerja. Kekurangan gizi pada masa ini juga dikaitkan dengan risiko terjadinya penyakit kronis pada usia dewasa, yaitu kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi, stroke dan diabetes. Untuk mencegah timbulnya masalah gizi tersebut, perlu disosialisasikan pedoman gizi seimbang yang bisa dijadikan sebagai pedoman makan, beraktivitas fisik, hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal. Berdasarkan masalah di atas penulis ingin memperkenalkan metode PINTAR: “Permainan Ular Tangga Raksasa sebagai Media Pedoman Gizi Seimbang”.

Permainan ini diadopsi dari permainan ular tangga namun memiliki ukuran yang lebih besar/raksasa dengan berisi pengetahun tentang pedoman gizi seimbang di setiap tingkat permainannya. Permainan ini akan didirikan di tanah lapang pusat kota sebagai wahana edukasi dalam mengenal pedoman gizi seimbang. Permainan ini merupakan permainan edukatif yang memiliki nilai informasi tinggi, untuk itu pemilihan bahan yang berkualitas Super White Cement merupakan pilihan yang tepat dan karena didirikan di tanah lapang yang langsung terkena cuaca ekstrem, maka dibutuhkan bahan dasar yang kuat yakni menggunakan Semen Gresik yang kokoh tak tertandingi. Untuk mewujudkan dan memperkenalkan permainan ini di lingkungan masyarakat tentunya tidak lepas dari kerja sama antar pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga supaya permainan ini lebih dikenal lingkungan luas baik anak-anak, remaja, dewasa, dan orang tua. Berikut persiapan pembuatan #KreasiSemenPutih PINTAR.

1. Mempersiapkan lahan yang akan dipakai dengan ukuran 15m x 15m di pusat kota tanah lapang.

2. Mengumpulkan berbagai informasi tentang pedoman gizi seimbang.

3. Membuat sketsa dan informasi tentang pedoman gizi seimbang pada setiap tingkat permainan dengan ukuran setiap kotak kecil 1m x 1m dan ukuran keseluruhan papan permainan 10m x 10m lengkap dengan motif ular dan tangga yang menjadi ciri khas permainan PINTAR menggunakan Super White Cement.

4. Pembuatan dadu dari spons berwarna hitam putih dengan ukuran 1m x 1m.

5. Persiapan pembuatan permainan PINTAR.

6. Pengecatan papan permainan yang berwarna dan menarik.

7. Publikasi baik di media sosial, media cetak, maupun media elektronik.

Cara bermain permainan PINTAR ialah dengan melemparkan dadu raksasa kemudian maju tiap langkah berdasarkan jumlah angka dadu yang dilempar, pada permainan ini akan ada beberapa jebakan yang membuat pemain turun posisinya karena terjebak pada ular atau sebaliknya pemain bisa naik posisinya karena dibantu dengan tangga. Permainan ini bisa dimainkan oleh anak-anak, remaja, atau dewasa dengan jumlah 5-10 orang. Pada setiap kotak permainan akan diisi informasi tentang pedoman gizi sehat dan makanan-makanan yang sebaiknya dihindari sehingga setelah permainan ini, pemain diharapkan memiliki pengetahuan tentang pedoman gizi seimbang. Pemenang ialah yang menyelesaikan permainan lebih dulu sampai angka 100.

Permainan ini terdiri dari 4 tingkat, dan setiap tingkat pengetahuan tentang pedoman gizi seimbang akan bertambah. Pedoman ini dikutip dari Pedoman Gizi Seimbang Kementerian Kesehatan RI tahun 2014. Berikut isi dari permainan PINTAR.

1. Pada tingkat pertama akan dikenalkan empat pilar gizi seimbang yang terdiri dari:

a. Mengonsumsi makanan beragam nasi sebagai sumber kalori, sayur, buah-buahan sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Ikan sebagai sumber protein.

b. Membiasakan perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan, dan menutup makanan yang disajikan agar terhindar dari debu/kotoran, menutup mulut apabila bersin atau batuk sehingga kuman tidak menyebar, menggunakan alas kaki setiap bepergian agar terhindar dari penyakit cacingan.

c. Melakukan aktivitas fisik sebanyak 3-5 kali dalam seminggu selama 20-60 menit agar badan bugar.

d. Mempertahankan dan memantau berat badan normal tidak terlalu gendut ataupun tidak terlalu kurus.

2. Pada tingkat 2 akan diperkenalkan tentang gizi seimbang untuk berbagai kelompok

a. Gizi untuk ibu hamil dan menyusui, ibu hamil harus rutin kontrol kehamilan baik di bidan ataupun di tenaga kesehatan lain sehingga status gizi ibu hamil bisa terkontrol, ibu hamil harus menambah konsumsi makan-makanan vitamin, mineral, protein, dan kalsium sehingga apabila kebutuhan ibu tercukupi kebutuhan janin juga bisa tercukupi.

b. Gizi seimbang untuk bayi 0-6 bulan yakni pemberian ASI Ekslusif tanpa makanan pendamping apapun.

c. Gizi seimbang untuk anak usia 6-24 bulan mulai ada tambahan makanan pendamping ASI bayi mulai diberikan sayuran, buah-buahan, lauk-pauk sumber protein hewani dan nabati serta makanan pokok sebagai sumber kalori, pada periode ini ASI tetap diberikan sampai usia 24 bulan.

d. Gizi seimbang untuk anak usia 2-5 tahun tetap diberi makanan sayur, buah, lauk pauk, protein, dan karbohidrat, namun pada periode ini lebih menekankan pada perilaku hidup bersih dan sehat karena anak pada masa periode aktif dan suka bermain.

e. Gizi seimbang untuk anak usia 6-9 tahun menyesuaikan dan seiring menambahkan dengan kebutuhan makanan per harinya.

f. Gizi seimbang untuk anak usia 10-19 tahun menyesuaikan dan seiring menambahkan dengan kebutuhan makanan per harinya. Pada periode ini kita lebih memfokuskan perhatian pada perkembangan fisik masa pubertas dan edukasi dini tentang perkembangan seksual remaja.

g. Gizi seimbang untuk dewasa perhatian terhadap perilaku konsumsi pangan dengan gizi seimbang, termasuk kegiatan fisik yang memadai dan memonitor BB normal, perlu diperhatikan untuk mencapai pola hidup sehat, aktif dan produktif.

h. Gizi seimbang untuk usia lanjut kebutuhan zat gizi pada kelompok usia lanjut agak berbeda pada kelompok dewasa, sehingga pola konsumsi agak berbeda, misalnya membatasi konsumsi gula, garam dan minyak, makanan berlemak dan tinggi purin. Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dalam jumlah yang cukup.

3. Pada tingkat 3 akan diberikan pesan tentang gizi seimbang

a. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan.

Kualitas atau mutu gizi dan kelengkapan zat gizi dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi. Semakin beragam jenis pangan yang dikonsumsi semakin mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi. Bahkan semakin beragam pangan yang dikonsumsi semakin mudah tubuh memperoleh berbagai zat lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu konsumsi aneka ragam pangan merupakan salah satu anjuran penting dalam mewujudkan gizi seimbang. Cara menerapkan pesan ini adalah dengan mengonsumsi lima kelompok pangan setiap hari atau setiap kali makan. Kelima kelompok pangan tersebut adalah makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah-buahan dan minuman. Mengonsumsi lebih dari satu jenis untuk setiap kelompok makanan (makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan) setiap kali makan akan lebih baik.

b. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara umum menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 g per orang per hari, yang terdiri dari 250 g sayur (setara dengan 21/2 porsi atau 21/2 gelas sayur setelah dimasak dan ditiriskan) dan 150 g buah. (setara dengan 3 buah pisang Ambon ukuran sedang atau 11/2 potong pepaya ukuran sedang atau 3 buah jeruk ukuran sedang). Bagi orang Indonesia dianjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 g per orang per hari bagi anak balita dan anak usia sekolah, dan 400-600 g per orang per hari bagi remaja dan orang dewasa. Sekitar dua pertiga dari jumlah anjuran konsumsi sayuran dan buah-buahan tersebut adalah porsi sayur.

c. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi.

Dalam mewujudkan gizi seimbang kedua kelompok pangan ini (hewani dan nabati) perlu dikonsumsi bersama kelompok pangan lainnya setiap hari, agar jumlah dan kualitas zat gizi yang dikonsumsi lebih baik dan sempurna. Kebutuhan pangan hewani 2-4 porsi (setara dengan 70- 140 gr/2-4 potong daging sapi ukuran sedang atau 80-160 gr/2-4 potong daging ayam ukuran sedang atau 80-160 gr/2-4 potong ikan ukuran sedang) sehari dan pangan protein nabati 2-4 porsi sehari ( setara dengan 100-200 gr/ 4-8 potong tempe ukuran sedang atau 200-400 gr/ 4-8 potong tahu ukuran sedang) tergantung kelompok umur dan kondisi fisiologis (hamil, menyusui, lansia, anak, remaja, dewasa). Susu sebagai bagian dari pangan hewani yang dikonsumsi berupa minuman dianjurkan terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui serta anak-anak setelah usia satu tahun. Mereka yang mengalami diare atau intoleransi laktosa karena minum susu tidak dianjurkan minum susu hewani. Konsumsi telur, susu kedele dan ikan merupakan salah satu alternatif solusinya.

d. Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok.

Cara mewujudkan pola konsumsi makanan pokok yang beragam adalah dengan mengonsumsi lebih dari satu jenis makanan pokok dalam sehari atau sekali makan. Salah satu cara mengangkat citra pangan karbohidrat lokal adalah dengan mencampur makanan karbohidrat lokal dengan terigu, seperti pengembangan produk boga yang beragam misalnya, roti atau mie campuran tepung singkong dengan tepung terigu, pembuatan roti gulung pisang, singkong goreng keju dan lain-lain

e. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak.

Konsumsi gula lebih dari 50 g (4 sendok makan), natrium lebih dari 2000 mg (1 sendok teh) dan lemak/minyak total lebih dari 67 g (5 sendok makan) per orang per hari akan meningkatkan risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.

f. Biasakan sarapan.

Sarapan sehat setiap pagi dapat diwujudkan dengan bangun pagi, mempersiapkan dan mengonsumsi makanan dan minuman pagi sebelum melakukan aktifitas harian. Sarapan yang baik terdiri dari pangan karbohidrat, pangan lauk-pauk, sayuran atau buah-buahan dan minuman. Bagi orang yang tidak biasa makan kudapan pagi dan kudapan siang, porsi makanan saat sarapan sekitar sepertiga dari total makanan sehari. Bagi orang yang biasa makan kudapan pagi dan makanan kudapan siang, jumlah porsi makanan sarapan sebaiknya seperempat dari makanan harian.

g. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman.

Pemenuhan kebutuhan air tubuh dilakukan melalui konsumsi makanan dan minuman. Sebagian besar (dua-pertiga) air yg dibutuhkan tubuh dilakukan melalui minuman yaitu sekitar dua liter atau delapan gelas sehari bagi remaja dan dewasa yang melakukan kegiatan ringan pada kondisi temperatur harian di kantor/rumah tropis. Pekerja yang berkeringat, olahragawan, ibu hamil dan ibu menyusui memerlukan tambahan kebutuhan air selain dua liter kebutuhan dasar air. Air yang dibutuhkan tubuh selain jumlahnya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan juga harus aman yang berarti bebas dari kuman penyakit dan bahan-bahan berbahaya.

h. Biasakan membaca label pada kemasan pangan.

Dianjurkan untuk membaca label pangan yang dikemas terutama keterangan tentang informasi kandungan zat gizi dan tanggal kadaluarsa sebelum membeli atau mengonsumsi makanan tersebut.

i. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir.

Kapan saja harus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, antara lain:

1) Sebelum dan sesudah memegang makanan

2) Sesudah buang air besar dan menceboki bayi/anak

3) Sebelum memberikan air susu ibu

4) Sesudah memegang binatang

5) Sesudah berkebun

Manfaat melakukan 5 langkah mencuci tangan yaitu membersihkan dan membunuh kuman yang menempel secara cepat dan efektif karena semua bagian tangan akan dicuci menggunakan sabun.

Cara Cuci Tangan 5 Langkah Pakai Sabun yang Baik dan Benar

1) Basahi tangan seluruhnya dengan air bersih mengalir

2) Gosok sabun ke telapak, punggung tangan dan sela jari-jari

3) Bersihkan bagian bawah kuku-kuku

4) Bilas dengan air bersih mengalir

5) Keringkan tangan dengan handuk/tissu atau keringkan dengan udara/dianginkan

j. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal.

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang meningkatkan pengeluaran tenaga/energi dan pembakaran energi. Aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan latihan fisik atau olah raga selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu.

4. Pada tingkat ke 4, setelah ke 3 tingkat tersebut bisa dilalui maka pemain akan sampai pada tahap terakhir bagaimana cara impelementasi ke depan untuk melaksanakan pedoman gizi seimbang setiap hari dan bagaimana mengajak keluarga atau orang-orang terdekat untuk melaksanakan pedoman gizi seimbang, kemudian pada tujuan akhir pemain akan memenangkan permainan dengan slogan “GIZI SEIMBANG BANGSA SEHAT BERPRESTASI”.


"Bagikan artikel ini dan menangkan hadiahnya"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali