01 Feb 2017 06:00

#MahakaryaAyahIbu: Goresan Mimpi Besar dengan Persembahan Mahakarya Terbaik yang Ingin Aku Wujudkan

keluarga kokoh

http://www.hipwee.com/

SHARE:

Oleh: Hiqmatus Sholichah

Memberi tanpa harap menerima, meski arah dan tujuan selalu berbalik arah namun cinta dan kasih sayang orang tua tak tertandingi apapun. Ayahku berprofesi menjadi pedagang kerupuk keliling yang setiap harinya di bawah terik matahari, selama itu ayahku selalu menanggung kebutuhan keluarga sampai memiliki 2 orang anak, iya akulah anak yang pertama dan disusul 2 tahun setelahnya oleh adikku, Ibuku berprofesi sebagai tukang jahit rumahan yang tidak mendapat upah menentu.

Istiqomah adalah salah satu upaya yang bisa diusahakan dari kedua orang tuaku. Doa dan ikhtiar selalu dipanjatkan untuk memberiku kekuatan agar bisa menjadi anak yang berprestasi. Aku masih ingat ketika itu aku melihat ibu rela menjual gelang emasnya untuk bisa mengantarkanku merantau ke Perguruan Tinggi di Jawa Barat yang menerimaku sebagai mahasiswa pendapat beasiswa penuh atas prestasiku dimasa SMA di Jawa Timur, Aku melihat sosok malaikat yang mengorbankan segala hal demi keberhasilan anaknya, dari situ aku berjanji untuk bisa mewujudkan mimpi-mimpi besar orang tuaku.

Tepat bulan September 2016 aku mengikuti sebuah lomba karya tulis ilmiah di Universitas Negeri Surakarta, dan aku berjanji dari langkah itu akan ku gantikan sebuah gelang emas yang telah terjual oleh ibuku saat aku pergi merantau dan akan kupersembahkan sebagai kado di Hari Ibu pada tanggal 22 Desember 2016.

Dengan semangat kegigihan yang aku miliki dan berkat doa kedua orang tua, tepat di tanggal 21 Desember 2016 aku memenangkan Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah di Tingkat Nasional dengan hadiah yang bisa aku belikan gelang emas pengganti gelang emas yang telah terjual dan akan kupersembahan di Hari Ibu. Aku bersyukur setidaknya di Hari Ibu aku masih bisa memberikan sebuah karya yang bisa aku persembahkan di penghujung tahun 2016 walaupun hanya secuil hadiah yang tak begitu ternilai.

Liburan tahun baru adalah waktu yang tepat untukku berkumpul bersama keluarga setelah sekian lama jauh dari keluarga terutama orang tua. Sesampai aku di rumah, tiba- tiba aku dikejutkan oleh sebuah retakan tembok di depan bangunan rumahku, rumah yang selama itu telah aku rindukan setelah sekian lama merantau di kota orang tak lagi kokoh. Sungguh tersayatnya hatiku ketika ibu mengaduh tak bisa memperbaiki retaknya tembok yang kapan- kapan bisa roboh karena uang yang dimilikinya habis untuk menyekolahkan adikku dan memenuhi kebutuhanku selama di kota orang.

Dari situ aku tersadar, aku sebagai anak pertama harus memberikan kontribusi yang bisa menjaga utuhnya kekokohan keluargaku. Ayah dan ibu yang selalu mengatakan “biarlah orang tuamu yang bersusah payah banting tulang namun kamu harus jadi orang besar yang bisa mengangkat derajat orang tuamu tanpa membelakangi Alloh disisimu” nasehat itulah yang selalu aku ingat dan aku terapkan.

Aku telah melihat betapa kerasnya hidup, hingga aku tersadar harus memberikan Mahakarya untuk mengurangi cucuran keringat dari kedua orang tuaku jika aku telah sukses nanti, aku bermimpi seandainya aku bisa membangunkan sebuah toko swalayan dimana toko tersebut sangatlah besar, lengkap dan kokoh tak tertandingi yang akan membantu memperkerjakan masyarakat ekonomi lemah seperti kami, dan bisa mengurangi beban keringat yang keluar dari kulit orang tuaku.

Mungkin tidak banyak hal yang bisa aku lakukan selain membantu dengan bekerja di kampus sebagai pekerja part time, dari situ aku berusaha menghidupi diriku sendiri dan berusaha mewujudkan sebuah mimpi besar dari orang tuaku yang salah satunya yaitu bisa berhaji ke Mekkah yang merupakan keinginan dari setiap kaum muslim.

Sebagai bentuk jasa yang diberikan orang tua kepada anak tidaklah bisa aku gantikan jika kelak semua mimpi- mimpi besar itu bisa aku wujudkan melalui kerja kerasku. Sungguh semua harapan, doa, dan mimpi- mimpi besar itu adalah kekuatan utama yang tak tertandingi untukku bisa mewujudkan sebuah Mahakarya untuk ayah dan ibu.

___________________________________________________________

Artikel ini merupakan karya tulis peserta kompetisi storyline "Mahakarya untuk Ayah dan Ibu" yang diselenggarakan oleh IDNtimes dan Semen Gresik.


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali