31 Jan 2017 17:24

Memahami Bahasa Generasi yang Lebih Junior

keluarga kokoh

-atmanco.com

SHARE:

Oleh Rhenald Kasali

    Dunia bisnis saat ini sedang mengukir sejarah baru. Untuk pertama kalinya, baru sekarang inilah ada empat generasi bekerja sama dalam satu tim di dunia kerja. Mengapa saya berpendapat seperti itu, bacalah file orang-orang yang bekerja di perusahaan Anda. Adakah orang yang lahir di tahun 1947 – mungkin Anda, pemilik usaha, atau pendiri perusahaan yang masih rajin bekerja – dan orang yang lahir di antara tahun itu sampai era 90-an?

    Kalau ada, mungkin kita bisa lihat dari merek ponsel yang dipakainya. Generasi yang lebih sepuh umumnya masih setia dengan Nokia dan Blackberry, sementara yang termuda mungkin sudah tidak lagi menenteng Iphone, tapi menggantinya dengan Samsung. Kalau cuma sekadar beda tentengan ponsel, tidak ada masalah. Tapi kita tahu perbedaan generasi juga menciptakan problema baru: perbedaan cara berkomunikasi dan pada gilirannya memengaruhi cara bekerja. Pada akhirnya, mungkin ada ekspektasi yang tidak tercapai.

    Lantas bagaimana memahami bahasa para generasi yang lebih junior?

    Tapi bisnis harus terus berjalan kendati masalah perbedaan generasi ini menghantui bisnis Anda. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah menjalankan komunikasi yang baik. Dan komunikasi yang baik ditandai dengan berbicara dalam ‘bahasa yang sama’. Saya melihat banyak orang gagal berkomunikasi juga karena pilihan saluran komunikasinya tidak tepat. Bos yang traditionalist pasti akan tersinggung bila dilapori hanya via email atau media sosial. Ia akan menginginkan pertemuan tatap muka.

    Sebaliknya, kalau Anda ingin mem-briefing Gen Y, tak usah banyak basa-basi. SMS, Whatsapp, atau video conference, bisa dilakukan. Jangan sampai cari gara-gara dengan membuat ia menempuh separuh Jakarta di Jumat sore yang macet. Hanya karena ingin meeting di kantor. Padahal dia baru berkunjung ke kantor klien atau pelanggan yang letaknya di ujung dunia.

    Bahkan memberi penghargaan terhadap generasi yang berbeda pun kadang perlu dengan cara yang tidak sama. Ke generasi yang lebih senior, yang sudah tahu bagaimana melakukan pekerjaan dengan baik, pengakuan atas prestasi bisa diberikan dengan memo yang ditulis tangan atau diberi sesuatu dalam bentuk lain yang membanggakan.Tapi menghargai generasi junior perlu cara yang lebih langsung seperti misalnya promosi jabatan, kemajuan karier, dan pemberian tunjangan sebab mereka menyukai uang serta pengakuan yang terbuka di hadapan rekan kerja mereka.

 


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali