31 Jan 2017 23:00

#MahakaryaAyahIbu: Kado Dariku untuk Kesepianmu, Bu...

keluarga kokoh

koleksi.ku

SHARE:

Oleh: Lelyana S.A.

Batas Terakhir Pengumpulan Karya s/d HARI INI 31 Januari 2017! Ada tambahan 2 topik menarik yang bisa Anda pilih!

Menangkan total hadiah utama 1 paket wisata ke Singapura, perhiasan dari Frank & Co., jam tangan dari Alexandre Christie dan berbagai hadiah menarik lainnya serta storyline terbaik akan dijadikan ide cerita untuk video komersial Semen Gresik! Info lengkapnya lihat di sini.

_________________________________________________________________________

Mereka yang tak pernah berhenti membuatku terus menjadi pribadi yang lebih baik. Mereka yang tak pernah berhenti mengharapkan secercah pagi yang cerah kala matahari merekah. Mereka yang pergi kala kesedihan mendera. Mereka yang mencambukku dengan lembut agar aku tak jumawa dengan keberhasilanku. Merekalah sosok yang sebagian gen dan sifatnya terselip dalam tubuhku yang semakin tumbuh dewasa. Seorang ayah dan ibu yang hanya memiliki seorang bayi 19 tahun yang lalu, yaitu aku.

Gadis remaja yang baru saja menginjakkan kaki di kota besar bernama Surabaya. Merelakan rumah kecilnya di desa ditinggalkan demi membahagiakan seorang yang dipanggil “ Ayah” dan “Ibu” dalam kesendirian. Enam bulan lalu kaki kecilku ini melangkah ke sebuah bangunan kuno berupa cagar budaya di sudut Kota Surabaya untuk memulai menuntut ilmu. Merekahkan senyum-senyum yang layu, berharap mereka segera mekar kala aku kembali.

Setiap hari kaki ini melangkah bahkan kadang harus berlari agar tak tertinggal kata demi kata yang disampaikan seorang yang begitu terhormat di hadapanku, yaitu dosen- dosenku. Mendengarkan apa yang beliau-beliau sampaikan, hingga harus menahan kantuk kala kuliah begitu panjang dan melelahkan. Kadang dalam kantuk yang tak bertahan lama karena disadarkan oleh suara microphone dosenku, terbayang masa kecilku yang penuh dengan cerita di balik senyum ceria yang selalu ingin kutunjukkan untuk siapa saja yang melihatnya.

Masa kecilku yang kuhabiskan dengan pena dan kertas serta goresan tinta warna-warni ekspresi diri. Sudah sekian  tahun gadis yang kini mulai dewasa ini dibesarkan oleh seorang Ibu yang menderita sebuah penyakit/syndrome yang bahkan ketika putrinya saat ini sudah berkuliah di jurusan pendidikan dokter di salah satu universitas negeri di Surabaya, ia tidak tau apa yang sebenarnya dialami Ibunya. Ia hanya tahu kadang Ibunya begitu menyayanginya namun di lain waktu ia begitu terpukul melihat kondisi Ibunya yang meringkuk dalam sebuah kamar tak berani bertemu dengan siapa-siapa. Hingga aku menginjakkan kakiku di tempat ini, ada begitu banyak kerinduan yang setiap harinya tertumpah untuknya.

Untuk Ayah yang merawat kami dengan kesabaran yang kadang tidak bisa ia tunjukkan. Untuk sebuah keluarga impian yang ingin aku wujudkan, siang malamku berjibaku dengan lembar demi lembar buku tebal yang harus dilahap habis demi menjadi seorang dokter yang mereka impikan. Rasa bersalahku haruslah cepat dihabisi jika aku ingin menebus hari-hari kelamku di masa yang telah lalu. Satu tahun lalu kubuat sketsa ini sebelum aku pada akhirnya menjadi mahasiswa kedokteran di tempat ini. Yang kutahu dari perjuangan ini aku hanya tak ingin melihat banyak anak-anak menangis, tersakiti bahkan terbunuh tak bersalah dalam peperangan.

Mereka adalah makhluk Tuhan yang berhak bahagia dalam masa kecilnya. Mereka berhak menempati sebuah Mahakarya yang kokok dan tak Tertandingi di manapun mereka berada. Mereka berhak menghuni rumah-rumah kedamaian dan keceriaan dalam keterbatasan apapun yang mereka miliki.

Sebuah profesi ingin kujalani berdasarkan apa yang selama ini menjadi penyemangatku di tempat ini sembari berharap keridhaan Sang Ilahi. Menjadi dokter spesialis anak agar semakin banyak anak – anak di belahan bumi ini bisa tersenyum lepas dalam kebersamaan dengan orang-orang yang disayanginya. Berharap kelak sebuah klinik kecil berdiri di desaku dan di tempat-tempat lainnya di penjuru bumi ini. Melayani anak-anak yang sedang sakit, menjadikanya tempat bayi-bayi mungil memulai perjuanganya di dunia ini dan menjadikanya tempat yang penuh keceriaan untuk masa tua Ayah dan Ibuku.

Di tempat itulah aku ingin mengabdikan diriku serta apa yang dapat kuperjuangkan untuk membahagiakan Ayah dan Ibuku. Walaupun begitu banyak ujian dan tantangan yang terbentang luas di depan mata, namun semangat ini tak pernah padam demi mewujudkan sebuah “Dunia Ramah Anak”. Mewujdukan generasi cerdas di masa mendatang yang berdiri kokoh tak tertandingi.

___________________________________________________________

Artikel ini merupakan karya tulis peserta kompetisi storyline "Mahakarya untuk Ayah dan Ibu" yang diselenggarakan oleh IDNtimes dan Semen Gresik.


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali