03 Des 2016 10:11

Mereka Juga Bisa Mengukir Prestasi untuk Bumi Pertiwi

keluarga kokoh

-kemenpora.go.id

SHARE:

    PBB menginisiasi peringatan Hari Penyandang Cacat Internasional sejak tahun 1992. Peringatan ini diperingati setiap tanggal 3 Desember dengan tujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang cacat.

    Dewi Yul sebagai salah satu pegiat penyetaraan penyandang cacat turut memberikan pendapatnya mengenai Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada hari ini. Menurutnya banyak prestasi dari para penyandang cacat yang belum terekspos saat diwawancarai tim Keluarga Kokoh pada Kamis (1/12). Dunia hanya menyorot ketidakberdayaan dan kekurangan yang mereka miliki. “Padahal ada begitu banyak prestasi yang mereka miliki”, ujar ibu dua orang anak ini. Berikut beberapa atlet paralympic Indonesia yang membawa nama harum Indonesia ke kancah internasional:

Nanda Mei Sholihah

rri.co.id

    Nanda tidak menyangka dia akan menyumbangkan tiga medali emas di ajang ASEAN Para Games (APG) 2015 cabang atletik nomor 100 meter, 200 meter, dan 400 meter putri untuk Indonesia. Pelari berusia 17 tahun ini di tahun sebelumnya yaitu di 2014 pada ajang Asean Paragame 2014 Myanmar meraih perak di lari 100 meter dan 200 meter, serta medali perunggu lari 400 meter.

Setiyo Budihartanto

viilevent.com

    Banyak prestasi harum yang dipersembahkan Setiyo Budihartanto untuk Bumi Pertiwi. Atlet dari cabang atletik ini memiliki spesialisasi dalam bidang lompat jauh. Pada ajang Asean Para Games 2015 lalu, sebanyak 4 emas Setiyo boyong untuk Indonesia. Selain itu pada IPC Athletics Acean Oceania Dubai 2016, ia juga membawa pulang masing-masing satu medali emas, perak, dan perunggu untuk Indonesia.

Jendi Pangabean

zimbio.com

    Pria kelahiran 10 Juni 1991 ini menjadi wakil Indonesia pada cabang olahraga renang 100 M Gaya Punggung di Paralympic Games Rio 2016. Meskipun tidak berhasil membawa satu medalipun di ajang bergengsi ini, namun Jendi begitu ia akrab disapa berhasil membawa 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu di ajang Asean Para Games 2015 di Singapura lalu.

Agus Ngaimin

bbc.co.uk

    Perjalanan atlet Agus Ngaimin dalam cabang olahraga renang sejak 2004. kala itu usianya masih muda, yaitu 20 tahun dimana ia berhasil membawa pulang medali emas pada Pekan Olahraga Cacat Nasional di Palembang. Keterbatasan fisik pria kelahiran tahun 1984 yang dimilikinya tidak menghalangi Agus untuk terus mengukir prestasi. Di kejuaraan Paralympic Games Rio 2016 lalu, Agus mewakili Indonesia di 5 nomor antara lain Gaya Bebas 50 M, Gaya Bebas 100 M, Gaya Bebas 400 M, Gaya Kupu-Kupu 50 M, dan Gaya Punggung 100 M.

Syuci Indriani

antarafoto.com

    Usianya masih sangat belia saat ia mengikuti Paralympic Games Rio 2016 lalu, yaitu 15 tahun. Syuci mewakili Indonesia dalam 3 nomor yaitu Gaya Bebas 200 M, Gaya Dada 100 M, dan Individual Medley 200 M, meskipun tidak berhasil membawa pulang 1 medali pada ajang internasional ini. Syuci berhasil meraih penghargaan sebagai perenang muda terbaik pada ajang Asian Paralympic Committee (APC) 2016 karena prestasi yang diraih pada saat tampil di ajang INAS Asian Championship beberapa waktu lalu.

 


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali