25 Nov 2016 14:43

Karya Mulia untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

keluarga kokoh

-indonesianfilmcenter.com

SHARE:

    Menurut sejarahnya Hari Guru Nasional sudah ditetapkan sejak tahun 1994 silam melalui KEPRES No. 78 Tahun 1994. Selain hari Guru Nasional, 25 November juga ditetapkan sebagai ulang tahun PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia). Guru dikenal juga sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Ya, memang gelar tersebut patut disematkan untuk para pembangun insan cendekia ini. Berikut sebagian kecil karya-karya mulia persembahan anak bangsa untuk mereka para pahlawan tanpa tanda jasa ini:

Sang Guru

filmindonesiajadul.blogspot.com

    Film Indonesia tahun 1981 yang dibintangi oleh S. Bagio sebagai Topaz, guru yang sangat diidolakan oleh murid-muridnya karena kejujurannya. Hingga pada suatu hari Topaz mengalami konflik dengan kepala sekolah, Mursalin. Mursalin menganggap pendidikan sebagai sistem jual-beli. Saat ada orang tua yang marah karena diberi nilai merah, Mursalin meminta Topaz untuk merubah nilai. Merasa bertentangan dengan nilai kejujuran yang dijunjungnya mengantarkan Topaz untuk mengakhiri karirnya sebagai guru. Sang Guru, sebuah karya audio-visual bagi pahlawan tanpa tanda jasa.  

Himne Guru

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

    Himne Guru menjadi lagu yang wajib diputar saat upacara dan perpisahan di sekolah. Mendengarkan lagu ini membuat pendengarnya berkaca-kaca karena liriknya yang dalam. Teringat masa-masa awal masuk sekolah, bertemu dengan teman baru, dan pada suatu titik dimana perjalanan harus diakhiri karena melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Tidak akan ada lagi momen saat kita mendengarkan pelajaran dari guru, saat harus berlarian karena ketahuan membolos pelajaran, serta bercengkarama dengan teman sekelas. Terpujilah wahai para guru !

    Namun tahukah Anda pada lirik terakhir yang berbunyi Engkau Patriot Pahlawan Bangsa Tanpa Tanda Jasa ternyata sudah berganti dengan Pembangun Insan Cendekia. Pergantian lirik ini telah berubah sejak 2007 tapi tak banyak orang yang tahu.

Oemar Bakri

    Senandung karya Iwan Fals ini bercerita tentang sosok guru PNS Oemar Bakri yang telah mengabdi untuk mencerdaskan anak bangsa selama 40 tahun. Kesehariannya, seperti digambarkan dalam liriknya, pak guru ini mengenakan tas hitam dari kulit buaya dan mengayuh sepeda kumbang. Layaknya tembang karya Iwan Fals yang sarat dengan masalah sosial dan menyindir pemerintah, lagu Oemar Bakri pun begitu. Seperti dalam bait ini

Jadi guru jujur berbakti memang makan hati
Oemar Bakri... Oemar Bakri banyak ciptakan menteri
Oemar Bakri... Profesor dokter insinyur pun jadi
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri

Sokola Rimba

mongabay.co.id

    Orang Rimba adalah masyarakat adat yang hidup di pedalaman Jambi, mereka hidup secara berkelompok dan berpindah-pindah. Pendidikan adalah hal tabu dan melanggar adat bagi mereka. Sebuah adaptasi sinema dari buku dengan judul yang sama dengan film. Bercerita tentang kegigihan Butet (Prisia Nasution) dalam mengajarkan baca tulis kepada anak-anak di pedalaman Jambi. Sempat mendapat pertentangan dari adat setempat tak menyurutkan tekadnya untuk berbagi ilmu dengan mereka. Sebuah karya visual yang berdedikasi bagi dunia pendidikan, dan mengantarkannya sebagai Film Terbaik Piala Maya 2013.

Terima Kasihku

    Sama seperti Himne Guru, Terima Kasihku juga menjadi lagu yang wajib diperdengarkan di sekolah. Temponya yang lambat dan liriknya yang penuh haru kerap menjadikan suasana perpisahan maupun upacara jadi kian khidmat. Tembang karya Sri Widodo ini sebagai ucapan terima kasih dari murid-murid untuk para guru atas ilmu, waktu, dan kasih sayang yang dicurahkan selama menimba ilmu.

Terima kasihku ku ucapkan
Pada guruku yang tulus
Ilmu yang berguna slalu di limpahkan
Untuk bekalku nanti

Setiap hariku di bimbingnya
Agar tumbuhlah bakatku
Kan ku ingat slalu nasihat guruku
Terima kasihku ucapkan

Laskar Pelangi

shabrinasafiraf.files.wordpress.com

    Semua penonton Laskar Pelangi sepakat bila film ini memiliki jalan cerita dan pesan moral yang sangat baik. Persahabatan Lintang, Ikal, Mahar dan teman-temannya yang terjalin di SD Muhammadiyah Belitung memberikan angin segar bagi perfilman Indonesia yang haus akan film berkualitas di tahun 2008. Bukan hanya cerita persahabatan, kegigihan para pembangun insan cendekia juga tercermin disana.

    Lewat peran Bu Muslimah, ia mengajar di sekolah yang hanya memiliki 10 murid itu. Bersama Pak Harfan, sang kepala sekolah mereka mengajar murid-muridnya tanpa kenal lelah hingga mengantarkan SD Muhammadiyah menjadi juara karnaval dan lomba cerdas cermat mengalahkan sekolah-sekolah bergengsi di Belitung kala itu. Semua itu, buah dari pendidikan akhlak dan kecintaan intelektual yang ditanamkan oleh Bu Mus dan Pak Harfan, kedua orang hebat yang diceritakan hanya dibayar dengan sekian kilo beras.
 

 


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali