12 Nov 2016 13:02

Ayah Dalam Karya

keluarga kokoh

-teapartytribune.com

SHARE:

    Ayah, satu sosok berjasa yang tidak akan pernah tergantikan. Banyak yang menyebut ayah sebagai peran pendukung dalam tumbuh kembang anak. Benarkah ini? Robby Agustinus, praktisi psikologi keluarga di RS Adi Husada Surabaya meluruskan pendapat yang banyak berkembang di masyarakat bahwa ayah adalah sebagai peran pendukung. Sama seperti ibu, ayah juga memiliki posisi yang sama dengan dalam perkembangan anak. Pada usia awal anak, menurut Robby anak memang belum terlalu mandiri sehingga ibu lebih memegang peran. Namun perlu diingat jika ayah memiliki peran penting terutama ketika anak sudah menginjak usia yang hampir dewasa. “Ayah mengajari anaknya untuk berani membuat dan mengambil sebuah keputusan”, ungkapnya dalam sebuah perbincangan di Radio Suara Surabaya.

        Pertanyaan selanjutnya adalah apakah ayah hanya dikodratkan sebagai pencari nafkah saja dalam keluarga? Pasti. Tapi perlu diingat nafkah bukan hanya nafkah lahir, tapi ada juga nafkah batin. Lahir dalam hal ini adalah nafkah dalam hal fisik untuk membiayai hal pokok dalam keluarga. Ada juga nafkah batin yang berhubungan dengan psikis, seperti perhatian dan kehadiran Ayah. Sama seperti ibu, ayah harus mampu berkomunikasi dan meluangkan waktu untuk anaknya.

    Di hari ayah nasional yang jatuh pada tanggal 12 November, tim Keluarga Kokoh mengumpulkan beberapa karya baik itu karya audio maupun visual yang didekasikan untuk ayah. Berikut beberapa potret Ayah Kalam Karya yang tetap terngiang

Ayah – Rinto Harahap

Dari tangan pnyanyi kelahiran 1949 ini telah lahir banyak karya yang melegenda, salah satunya yang paling fenomenal adalah lagu yang berjudul Ayah. Liriknya yang sederhana dan melodinya yang mendayu-dayu membuat lagu ini banyak di bawakan ulang oleh banyak musisi tanah air, seperti Eddy Silitonga, dan Peterpan featuring Candil. Berikut adalah penggalan lagu Ayah karya Rinto Harahap

    Untuk ayah tercinta
    Aku ingin bernyanyi
    Walau air mata
    Di pipiku
    Ayah dengarkanlah
    Aku ingin berjumpa
    Walau hanya dalam
    Mimpi..

Titip Rindu buat Ayah – Ebiet G. Ade

    Sosok ayah sebagai tulang punggung keluarga tergambar jelas dalam tiap bait lagu Titip Rindu Buat Ayah milik Ebiet. Diksi yang digunakannya mampu membuat pendengarnya langsung teringat dengan kegigihan seorang ayah. Seperti dalam bait berikut:
    
    Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
    kini kurus dan terbungkuk
    Namun semangat tak pernah pudar meski langkahmu kadang gemetar
    kau tetap setia

 
Yang Terbaik Bagimu - Adaband
    
    ......
    Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
    Indahnya saat itu buatku melambung
    Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
    Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu  
 

    Dalam versi yang lebih ceria dan pop Ada Band membawakan lagu bertemakan Ayah ini bersama Gita Gutawa. Saat mendengar lagu ini, seolah bernostalgia masa kecil bersama ayah. Pribadi yang hangat dan selalu memanjakan putra-putrinya adalah ciri khas seorang ayah.
 
Ayah - Andrea Hirata

    Tidak hanya dalam bentuk lagu dan film, sosok Ayah dalam karya juga terwujud dalam bentuk novel. Andrea Hirata tidak pernah lelah mempersembahkan karya terbaiknya untuk bangsa. Banyak karya berkualitas yang lahir lewat tangan penulis asal Belitung ini, sebut saja Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, hingga Ayah. Laskar Pelangi sukses diangkat ke layar lebar dan dijadikan judul lagu oleh Nidji. Novel Ayah menceritakan tentang kehidupan Sabari, ayah dari seorang anak bernama Zorro. Sabari menyayanginya layaknya anak sendiri. Banyak jalan berliku yang ditempuh Zorro untuk dapat bersama Zorro. Kisah Sabari yang sangat tulus mencintai anaknya, kesetiakawanan para sahabatnya, dan humor rasa Melayu menjadi daya tarik novel ini.

Sabtu Bersama Bapak

    Film karya Monty Tiwa ini bercerita tentang kehidupan keluarga Gunawan, istri dari Itje dan ayah dari Satya dan Cakra. Hidup mereka berubah ketika Gunawan tahu, dia hanya memiliki 1 tahun lagi untuk hidup. Dia khawatir sang istri tidak dapat membimbing kedua anaknya hingga dewasa. Gunawan memutuskan sesuatu. Kematian boleh membawanya pergi, tapi kematian tidak dapat membatasinya dari menyayangi kedua anaknya. Ia membuat banyak rekaman berisikan pesan-pesan untuk kedua anaknya. Setelah Gunawan berpulang, Itje, sang istri memutuskan agar kedua anak dapat bertemu sang bapak, satu kali seminggu, di setiap hari Sabtu. Sabtu, Bersama Bapak.

 


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali