02 Nov 2016 15:56

Hindari Potensi Kecelakaan, Jangan Lakukan Teknik Ini Saat Berkendara !

keluarga kokoh

mc-ams.co.uk

SHARE:

    Angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan bermotor setiap tahunnya semakin meningkat. Irvan Wahyu Drajat, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, menyampaikan data bahwa ada lebih dari 80 orang meninggal per menit akibat kecelakaan lalu lintas pada 2015 di Indonesia. Saat mengisi acara di Surabaya pada bulan Juni lalu, Irvan mengungkapkan salah satu penyebab kecelakaan terjadi, karena kurangnya kesadaran akan pentingnya berkendara yang aman

        Jumlah kendaraan roda dua yang ada di Indonesia saat ini mencapai sekitar 85 juta unit. Menurut Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Shindhuwinata sebagaimana dilansir dari viva.co.id, asumsinya adalah dari jumlah masyarakat Indonesia yang sekira 250 jutaan, artinya satu banding tiga. Bagaimanapun juga, yang menjamin keselamatan saat berkendara adalah diri sendiri. Faktor penting agar selamat saat berkendara adalah menguasai teknik-teknik berkendara yang aman. Masih banyak pengendara salah memahami teknik mengerem di sepeda motor.

    Hari Setiawan, Koordinator Safety Riding MPM Distributor Honda mengatakan, masih banyak pengendara yang mengandalkan rem belakang sepeda motor. Padahal ini merupakan teknik yang salah dan seringkali menyebabkan kecelakaan. "Cara efektif menghentikan kendaraan adalah mengerem dengan rem depan, sedangkan rem belakang sebagai penyeimbang," katanya kepada suarasurabaya.net, pada Minggu (16/10).

    Penerapan teknik mengerem sepeda motor yang keliru berisiko menyebabkan terjadinya kecelakaan. Sebab, rem belakang lebih sering menyebabkan ban terkunci sehingga selip. Potensi melakukan pengereman dengan rem belakang biasanya dilakukan oleh kelompok pengendara wanita, terutama ibu-ibu. “Karena mereka seringkali panik kalau menghadapi potensi bahaya”, ujarnya. Saat panik, ibu-ibu ini cenderung menarik kedua rem. Padahal, teknik mengerem yang benar, dengan cara diremas, bukan ditarik (ditekan keras-keras).

    Menurut Hari, kondisi jalan raya juga menjadi faktor terjadinya kecelakaan. Kondisi jalan yang berpasir mudah membuat ban gampang selip. Sehingga penguasaan cara mengerem yang benar mutlak diperlukan. Namun bukan hanya teknik penguasaan kendaraan yang menjadi perhatian utama pengendara, persiapan juga bagian terpenting dalam praktek keselamatan berkendara. Salah satunya menurut Hari, masih banyak pengendara yang mengecek posisi spion saat sudah berada di Jalan Raya. Padahal ini berbahaya, dapat menyebabkan konsentrasi terganggu.


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali