14 Sep 2016 13:23

Jangan Gegabah! Lakukan Hal-hal Ini Saat Anak Menjadi Korban Bully

keluarga kokoh

Saat anak menjadi korban bully di sekolah -tabloidnova.com

SHARE:

     Sering kali saat anak bercerita bahwa ia menjadi korban bullying oleh teman-temannya, kita sebagai orang tua ikut terbawa emosi. Tanpa disadari orang tua merasa sedih, marah, dan tidak terima atas tindakan yang dilakukan pada anak. Padahal sudah pasti anak jauh lebih sedih, lebih marah dan tidak tidak terima atas hal yang menimpanya.

     Lantas bagaimana orang tua harus bersikap saat mendengarkan anaknya menjadi korban bully? Ini tips yang UNICEF Indonesia berikan lewat laman Facebooknya:

Dengarkan cerita anak dan percaya padanya

       Saat anak dengan terbuka menceritakan bullying yang menimpanya, maka yang pertama dilakukan orang tua adalah percaya. Jarang ada anak yang mampu terbuka saat ia menjadi korban bullying, karena dianggap itu merupakan sebuah aib. Dengarkan dengan cermat dan jangan menyela ceritanya, baru kemudian kita akan bisa berpikir jernih untuk tindakan selanjutnya.

Berterima kasih pada anak karena telah memberitahukan

     Poin kedua adalah berterima kasih pada anak. Saat anak bercerita, maka peran orang tua sebagai orang terdekat dengan anak berhasil. Anak bisa terbuka dan mempercayai kita untuk berbagi hal-hal yang terjadi padanya. Patutnya kita mengucapkan terima kasih karena anak mau berbagi cerita dengan orang tua.

Meyakinkan anak bahwa hal tersebut bukan kesalahannya

     Saat menjadi korban, sebagian anak akan menyalahkan diri sendiri karena dia hanya diam saja saat bully terjadi. Bahkan berpikir sebenarnya apa yang salah pada dirinya sehingga ia menjadi korban. Yakinkan diri anak jika apa yang menimpanya bukan kesalahannya. Genggam tangannya dan katakan bahwa orang tua selalu ada di sampingnya bagaimanapun keadaan anak.

Meyakinkan anak bahwa kita sebagai orang tua tidak akan berbuat apapun tanpa bicara dahulu padanya

     Seringkali saat anak bercerita kepada kita, maka tanpa pikir panjang kita melakukan tindakan semau kita. Mulai dari langsung menelepon pelaku, orang tuanya, hingga langsung mendatangi sekolah keesokan harinya tanpa dibicarakan dulu dengan anak. Padahal saat kejadian bully di sekolah terjadi, anak lah yang paling dekat dengan lingkungan bullying itu. Tindakan kita yang tanpa berpikir panjang mungkin bisa menjadi bumerang untuk anak.

Bicara pada pihak sekolah dan cari tahu apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu

     Sekolah adalah tempat dimana kita mempercayakan urusan pendidikan anak, juga guru yang menjadi ‘orang tua’ anak saat di sekolah. Guru yang paling tahu karakter murid-muridnya dan cara mengatasinya. Bicara pada pihak sekolah justru akan sangat membantu, karena sekolah juga akan memberikan jalan keluar baik bagi pelaku dan korban.

yogyakarta.tarakanita.or.id

Mengkomunikasikan rencana yang dibuat untuk anak, seperti menghindari pembully dan membuat pertemanan baru

     Setiap langkah, setiap rencana yang kita buat merupakan yang terbaik untuk anak, namun tidak semua tindakan harus dipaksakan. Kita harus mampu mengkomunikasikan dengan baik dan menjelaskan dampak ke depannya apabila anak terus-menerus berada di lingkungan yang membullynya.

Mendukung aktivitas dan pertemanan anak

     Sebagai orang tua patutnya harus mendukung segala aktivitas dan pertemanan anak, dengan catatan harus dalam koridor yang positif. Segala hal yang anak lakukan asal tetap dalam tindakan yang positif dan tidak menyalahi norma-norma harus mendapatkan dukungan penuh dari keluarga.

Teratur memeriksa keadaan anak, apa yang sedang ia lakukan

     Seperti kata Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni dalam artikel kami yang lalu jika salah satu cara orang tua mencari tahu kegiatan anak jangan seperti menginterogasi. Beri pemahaman pada anak bahwa alat komunikasi harus dalam kondisi hidup, bukan orang tua tidak percaya kemana anak pergi tetapi ada hal-hal penting yang harus diketahui ketika orang tua dan anak tidak bersama.

 


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali