01 Sep 2016 07:00

5 Ajaran untuk Anak Keluarga Broken Home Agar Tak Trauma Menjalin Rumah Tangga di Masa Depan

keluarga kokoh

Sumber Gambar: merahputih.com

SHARE:

Pengalaman masa lalu adalah pelajaran berharga untuk menyongsong masa depan.

Itulah hal yang dapat dipetik dari kepahitan yang dialami tiap orang di masa silam. Begitu juga dengan kehidupan rumah tangga seseorang. Ada banyak keluarga harmonis di luar sana, tapi tak jarang yang mengalami keretakan.

Yang harus dipahami, bagaimana caranya memahamkan kepada anak dan diri sendiri bahwa pertengkaran atau perpecahan tak merenggut hak untuk bahagia di kemudian hari. Memang ada banyak terapi yang dapat dilakukan orang tua dengan kondisi broken home kepada anak agar mereka tak mengulangi hal yang sama kelak. 

 

1. Berikan pemahaman kepada anak secara perlahan-lahan agar mereka tahu betul sebab mengapa orang tuanya tak bersama lagi.

Sumber Gambar: hipwee.com

Jangan pernah ragu menjelaskan kepada anak, berapa pun usianya untuk menjelaskan alasan mengapa kedua orang tuanya tak bisa lagi hidup bersama. Bila anak belum mengerti atau memberontak protes terhadap kondisi itu, jangan putus sabar untuk memahamkan mereka. Kuncinya adalah sabar dan menjawab sejujurnya persoalan-persoalan yang muncul dari sang anak. 

 

2. Jangan pernah tunjukkan pertengkaran di depan anak-­anak.

Sumber Gambar: youtube.com

Adu mulut, bahkan melakukan kekerasan fisik terhadap pasangan di hadapan anak dapat membuat mereka sangat trauma. Hal-hal berefek negatif pun akan muncul. Lebih mengerikan lagi bila mereka terngiang-ngiang dengan peristiwa pertengkaran Anda dengan pasangan. Seumur hidup, anak tak akan lupa dengan kesakitan yang diterima, apalagi melihat orang tua tak saling sapa. 

3. Paling tidak sebulan sekali, bila memang Anda dan pasangan sudah bercerai, ajaklah anak untuk bertemu orang tua kandungnya. 

Sumber Gambar: cumicumi.com

Jangan pernah menyunat hak anak untuk bertemu dengan orang tuanya, meski keduanya sudah tak bersama lagi. Hubungan yang baik pasca-bercerai tetap bisa dijalin. Jangan beri tahu anak bahwa Anda dan pasangan berseteru hebat. Sebab, hal itu secara tidak sadar akan diingat betuol oleh anak dan membuat mereka merasa patah hati, bahkan dengan orang tuanya sendiri. 

 

4. Jadikan kegagalan Anda pembelajaran bagi anak.

Sumber Gambar: blog.unnes.ac.id

Dari peristiwa yang dialami Anda dengan pasangan, rangkailah sebuah cerita inspiratif yang membuat anak tak sembarangan memutuskan untuk memulai biduk rumah tangga. Berilah contoh dari kasus Anda dan pasngan, yakni tentang hal-hal yang perlu diperbaiki dari keadaan rumah tangga. Secara tak langsung, anak pun akan belajar lebih dewasa menyikapi hubungan dengan kekasih, akibat belajar dari masa lampau ayah dan ibunya. 

 

5. Tak memutus tali silaturahmi anak dengan keluarga besar si mantan istri/suami. 

Sumber Gambar: liputan6.static6.com

Seburuk apa pun hubungan Anda dan pasangan, jangan pernah menghindarikan anak dengan  keluarga besar pasangan. Jangan pula mencaci siapa pun, sebab akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Menyikapi broken home dengan beragam kacamata menjadi hal penting supaya keluarga anak Anda nanti terbentuk bak keluarga yang kokoh dan tak tertandingi. 

 

Memandang perpecahan dari satu faktor saja membuat anak rugi bandar. Sebab, hampir tak ada nilai positif dari perseturuan yang dapat diambil bila dipandang dari kecamata perpecahan. Beri pemahaman kepada anak kalau perpisahan bukan akhir dari segalanya, malah menjadi awal baru yang harus siap dihadapi.

 

Beri pemahaman kepada keduanya tentang sulitnya membangun kehidupan rumah tangga dan ceritakan hal-hal apa saja yang bisa menjadi pemantik pertengkaran. 

 

Beri dukungan kepada anak dan biarkan anak terbuka dan bercerita kepada Anda tentang hubungan yang dijalinnya bersama pasangannya kelak. Paparkan pula solusinya agar anak dan pasangannya dapat mempertahankan rumah tangga yang kuat dan toko di masa depan.


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali