09 Jun 2016 14:37

Carport, Solusi Pengganti Garasi

keluarga kokoh

Carport dibuat menyatu dengan bangunan utama -Rumahku.com

SHARE:

Carport merupakan struktur tertutup seperti atap yang memberi naungan terbatas dari hujan dan paparan matahari pada kendaraan yang diparkir di bawahnya. Saat kosong, carport juga dapat dimanfaatkan sebagai area bermain, olahraga, area jemur, dan sebagainya. Jika Anda berniat merencanakan carport, pertimbangkan beberapa aspek berikut !   

Letak
Carport dapat dibangun menempel pada salah satu dinding rumah atau berdiri sendiri, di depan, samping ataupun belakang rumah. Pastikan aksesibilitasnya memudahkan keluar masuk kendaraan. Hindari posisi carport yang mengganggu, misalnya mobil yang diparkir di bawahnya, menutup akses ke teras atau ruang tamu.

Ukuran  
Sesuaikan ukuran carport dengan ukuran rata-rata kendaraan (mobil) termasuk untuk sirkulasi. Misalnya, ukuran carport untuk satu mobil sekitar 2,5m–3m × 5m–6m, di mana jarak dinding rumah dan tepi mobil (saat diparkir) minimal ± 120cm. Ketinggiannya bisa dibuat ± 2,5–3 meter.   

Konstruksi
Struktur penahan atap harus kokoh, bisa berdiri sendiri dengan 4 tiang/lebih sesuai bentangnya. Tiang harus dicor kuat, minimal 50–60cm di dalam tanah. Konstruksi atap juga bisa menempel pada bangunan dengan sistem kantilever (atau diperkuat dengan beberapa tiang). Jika ingin meniadakan tiang, pilihlah struktur gantung dengan sling baja (wirerope).          

Model
Idealnya selaras dengan gaya bangunan sebab keberadaannya sangat memengaruhi tampilan atau fasad bangunan. Beberapa model atap carport misalnya kanopi beratap datar dengan kemiringan tertentu, bentuk pelana (V shape), bentuk lengkung, dsb. Dinding carport bersifat opsional, tergantung kebutuhan atau bisa sekaligus merupakan pagar pembatas.   

Material
Material carport yang ideal harus kuat dan tahan terhadap cuaca. Akan lebih baik jika memiliki nilai estetis. Pertimbangkan material berikut untuk setiap bagian carport.  
Tiang dan rangka atap, harus dibuat dari material yang kuat dan tahan pengaruh luar seperti cuaca. Misalnya besi dan baja tahan karat, kayu ulin, beton, juga kombinasi dua atau lebih material.  
Penutup atap, sebaiknya dipilih yang kuat dan tahan cuaca. Misalnya, fiber, polikarbonat, kaca, genting, beton cor, dll. Ketahuilah, beberapa jenis struktur, misalnya struktur gantung, mensyaratkan penutup atap yang ringan.
Lantai/landasan harus stabil, konstruksinya kuat menahan beban mobil, dan permukaannya tidak licin. Pilihan material, antara lain conblock, grass block, beton cor, dsb. Untuk mengantisipasi genangan air, kemiringan lantai ideal ±1–3%. Tanah harus padat dan stabil, namun perkerasan tak harus menyeluruh. Misalnya perkerasan hanya pada bagian lintasan roda (± 45–75cm), sisanya ditanami rumput atau diisi koral atau kerikil untuk media penyerapan air dan terlihat bersih.  


"Bagikan artikel ini dengan keluarga Anda"

Sosial Media

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Juara 1 Lomba Foto Ekspresi

keluarga kokoh
23 November 2016 08:30

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:20

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:19

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali

23 November 2016 08:18

Pemenang Lomba Foto Ekspresi Wisata Ke Bali